Breaking News

WHO Dituntut Jujur Soal Bocornya Laboratorium Penyebab COVID-19

WHO Dituntut Jujur Soal Bocornya Laboratorium Penyebab COVID-19

JAKARTA -- Sekelompok ilmuwan terkemuka dari berbagai negara meminta organisasi kesehatan dunia WHO, untuk serius meneliti teori yang mengatakan bahwa asal Covid-19 dari laboratorium. Ahad, 16 Mei 2021.

Seperti yang sudah diketahui, Covid-19 pertama kali terdeteksi di Wuhan, China pada akhir 2019. Sekarang virus itu telah menewaskan 3,34 juta jiwa dan menyebabkan kerugian triliunan dolar hingga merusak mental jutaan orang di dunia.

"Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan asal-muasal dari pandemi ini," tulis kelompok yang terdiri dari 18 ilmuwan itu dalam sebuah surat yang diterbitkan oleh jurnal Science pada hari Sabtu (15/5/2021).

Lebih lanjut mereka mengatakan teori yang meyakini bahwa virus itu bocor dari sebuah laboratorium dan teori yang mengemukakan tentang peristiwa zoonosis atau berpindahnya virus dari binatang ke manusia.

Satu dari dua teori itu baru boleh disingkirkan jika para WHO sudah memperoleh data yang cukup serta dapat meyakinkan.

Desakkan tersebut disampaikan untuk menanggapi hasil investigasi WHO pada Maret lalu yang mengatakan bahwa hampir mustahil Covid-19 pada mulanya berasal dari laboratorium. WHO, selama empat minggu pada periode Januari - Februari 2021, memang melakukan penyelidikan di Tiongkok.

WHO yang laporannya disusun bersama para ilmuwan China, menegaskan bahwa kemungkinan besar virus corona Sars Cov-2 yang memicu Covid-19 berasal dari binatang yang kemudian melompat ke tubuh manusia.

Namun menurut para ilmuwan yang menulis surat terbuka ini, WHO tidak adil dalam meneliti dua teori ini. Dalam suratnya menyebut bahwa dari 313 halaman laporan tentang asal-muasal Covid-19 yang disusun WHO, hanya 4 halaman yang membahas tentang teori laboratorium.

Mereka juga mengutip komentar Diretur Jenderal WHO, Tedros Ghebreyesus yang mengatakan bahwa bukti-bukti tentang teori Covid-19 berasal dari laboratorium kurang lengkap dan menganjurkan agar bukti-buktinya dapat dicari kembali agar investigasinya benar-benar lengkap, katanya.

Adapun para peneliti yang ikut serta menulis surat itu diantaranya Ravindra Gupta, pakar mikrobiologi dari Universitas Cambridge, Inggris; Jesse Bloom, pakar evolusi virus pada Pusat Riset Kanker Fred Hutchinson di Seattle, AS; dan David Relman, pakar mikrobiologi di Universitas Stanford, AS.

Komentar

Loading...