Breaking News

SADaR Aceh Tuding Bupati Aceh Besar Tidak Paham Syar'iat Islam

,
SADaR Aceh Tuding Bupati Aceh Besar Tidak Paham Syar'iat Islam
Sekjend Sentral Aktivis Dayah untuk Rakyat (SADaR) Aceh, Tgk Miswar Ibrahim Njong

MIMBARACEH.COM, ACEH BESAR - Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali mengimbau agar bandara berhenti beroperasi pada hari raya Idul Adha dan Idul Fitri. Surat bernomor 451/3442/2019, tertanggal 24 Juli 2019 menyebutkan, imbauan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung terwujudnya visi-misi Bupati Aceh Besar yakni terwujudnya masyarakat Aceh Besar yang maju, sejahtera dan bermartabat dalam bingkai syari'at Islam.

Namun demikian, alih-alih mendapatkan simpati publik, imbauan tersebut justru menuai protes, terutama di media sosial. Banyak pihak mempertanyakan imbauan tersebut. Tak kurang, jagat media sosial pun heboh, kebanyakan mengolok-olok kebijakan populis sang bupati.

Reaksi keras juga datang dari Sekjend Sentral Aktivis Dayah untuk Rakyat (SADaR) Aceh, Tgk Miswar Ibrahim Njong. Menurutnya, imbauan tersebut sama sekali tidak merepresentasikan syari'at Islam, justru jika dilihat dari perspektif Maqashid Syar'iyyah, kebijakan Mawardi, malah melawan syari'at Islam itu sendiri.

"Alasan dikeluarkannya imbauan tersebut, lemah, tidak dapat dijadikan sebagai dalil kebijakan, apalagi mengatasnamakan Syariat Islam. Jika alasannya karena aktivitas penerbangan pesawat menggangu kekhusyukan masyarakat dalam melaksanakan shalat id dan agar pekerja bandara bisa libur sejenak, maka akan muncul konsekuensi lain yang memerlukan konsistensi serupa dari pemerintah Aceh Besar," katanya Sabtu (27/7).

Sebab kalau dua alasan itu dijadikan dasar kebijakan, imbuhnya, maka setiap hari Jumat bandara juga harus tutup karena aktivitas pesawat mengganggu kekhusyukan ibadah jumat, malah setiap shalat lima waktu bandara juga harus tutup. Jika demikian dampaknya kan merusak. Dan masih banyak persoalan lain yang muncul akibat kebijakan tersebut.

"Kami meyakini, imbauan dengan embel-embel syariat Islam tersebut memang sengaja dilemparkan ke publik demi menutupi skandal retaknya hubungan Mawardi dengan Wakil Bupati, Waled Husaini. Apalagi di bawah kendali Mawardi, kondisi pemerintahan Aceh Besar seperti pesawat auto pilot, mengalami turbulensi pula. Jadi masyarakat tidak boleh lagi tertipu oleh politisi yang menutupi kegagalan kepemimpinannya dengan isu penegakan syariat Islam," sebut Tgk Miswar.

Tgk Miswar mengatkan, Syariat Islam itu luas, tidak sesempit yang dibayangkan bupati Mawardi. Untuk memanifestasikan syar'iat Islam dibutuhkan dasar dan perangkat kajian yang komprehensif. Tidak cukup dengan sekadar asumsi yang kemudian yang dituangkan dalam surat imbauan. Itu sangat memalukan.

"Kita berharap Mawardi berhenti membuat gaduh, fokuslah bekerja dan tidak mempolitisasi slogan Syari'at Islam untuk menutupi kegagalannya dalam memimpin Aceh Besar." Pungkas Tgk Miswar.

Komentar

Loading...