Breaking News

Rusia geram dengan Tindakan Israel terhadap Warga Palestina

Rusia geram dengan Tindakan Israel terhadap Warga Palestina
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Viktorovich Lavrov

JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk serangan Israel terhadap warga sipil Palestina di kompleks masjid Al-Aqsa Yerusalem. Senin, 10 Mei 2021.

Mentri Luar Negeri, Sergey Viktorovich Lavrov menyampaikan, "Perkembangan peristiwa ini diterima dengan keprihatinan yang mendalam di Moskow. Kami mengutuk keras serangan terhadap warga sipil disana," katanya.

"Kami meminta semua pihak untuk menahan diri dari langkah apa pun yang menyebabkan eskalasi kekerasan.”

Rusia juga menegaskan kembali posisinya bahwa "atas nama perampasan tanah dan properti yang terletak di atasnya, serta penciptaan permukiman oleh Israel di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, tidak memiliki kekuatan hukum", terangnya.

"Tindakan semacam itu merupakan pelanggaran hukum internasional dan menghambat pencapaian penyelesaian damai berdasarkan pembentukan dua negara Palestina dan Israel," katanya.

Kini jumlah warga Palestina yang terluka meningkat menjadi 285 orang pada Jumat malam setelah Israel menyerang Masjid Al-Aqsa tepatnya di gerbang Damaskus Kota Tua dan distrik Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur.

Ia menyesali tindakan Polisi yang menyerang jamaah Muslim di dalam Masjid Al-Aqsa saat mereka melakukan tarawih dan shalat malam khusus selama bulan suci Ramadhan.

Masjid Al-Aqsa yang merupakan situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang Yahudi menyebut daerah itu "Temple Mount," mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967. Israel kemudian mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 dalam sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional, ungkapnya.

Komentar

Loading...