Breaking News

"PEMIMPIN BIJAKSANA, PEMIMPIN BIJAKSINI"

,
"PEMIMPIN BIJAKSANA, PEMIMPIN BIJAKSINI"

Oleh, Rustam Effendi

TIDAK mudah menjadi seorang PEMIMPIN. Tidaklah mudah dia melangkah dalam menjalankan amanah yg diembannya. Pemimpin haruslah memiliki kelebihan, atau bernilai lebih, dibanding mereka yang dipimpinnya.

Seorang Pemimpin hendaknya juga menggunakan kelebihan yg dimilikinya untuk menutupi celah-celah kekurangan yg ada pada mereka yg dipimpinnya. Sebaliknya, kelebihan yg ada pada mereka yg dibawahnya (yg dipimpin) haruslah dimanfaatkan dan diberikan untuk menutupi kekurangan Pemimpinnya.

Baik Pemimpin maupun mereka yg dipimpin, harus menyalurkan kelebihan yg dimiliki masing-masing dengan cara yg patut, pantas, dan beretika. Keduanya mesti saling melengkapi satu dan lainnya.

PENTING diperhatikan, pilihlah saluran yg baik dengan menghindari cara-cara yg tidak pantas, atau tidak beretika. Cara apa pun yg dipilih tetap harus menempatkan keduanya pada posisi yg bermartabat dan tidak saling menghinakan.

Mereka, orang-orang yg merasa dirinya dipimpin, tetap harus menghormati sang Pemimpinnya. Sebaiknya, mereka menghindari cacian-makian tiap saat mengutarakan masukannya kepada sang Pemimpin.

Teknik atau cara buruk yg mungkin terjadi dan berlaku dalam hubungan yg personal dan lingkup yg terbatas, tidak dicontoh atau dipraktekkan dalam skala yg luas (umum). Yakinlah, cara-cara komunikasi yg santun dan beradab dengan pemimpin, masih dinilai lebih dihargai dan bernilai.

Nah, seorang Pemimpin, ini berlaku di setiap level, pun hendaknya selalu bersikap lebih arif, harus "bijaksana-bijaksini". Seorang Pemimpin mesti menghindari "pijak-sana pijak-sini". Pemimpin juga sebaiknya tidak terlalu sering "menguji", tapi perbanyaklah "mengkaji" dan "mengaji".

Saya bukan ahli manajemen, pun bukan seorang manajer. Tapi, saya yakin, hanya dengan cara ini seorang Pemimpin itu akan disayangi rakyatnya di dunia, dan lebih penting lagi dikasihi ALLAH di akhirat. Di dalam kubur nanti Pemimpin juga akan lepas dari siksa karena selalu dipenuhi kiriman doa dari mereka yg pernah mendapat kasih sayang darinya.

Apalagi jika mereka yg ditinggalkan pun senantiasa hidup berbudi, bermoral, menjalani hidup dengan benar, dan selalu berbahagia disebabkan perilakunya tak pernah jauh dari tuntunan ILAHI dan Rasul-Nya.

Jadilah PEMIMPIN yg BAIK dan AMANAH, BIJAKsana-BIJAKsini !
Wallahu a'lam bisshawab.

Sumber : Facebook Rustam Effendi

Komentar

Loading...