Breaking News

Pansus DPRK Simeulue Terkesan Tebang Pilih, Material Proyek Jalan Diduga Bermasalah

,
Pansus DPRK Simeulue Terkesan Tebang Pilih, Material Proyek Jalan Diduga Bermasalah
Material untuk Pembangunan Jalan yang Diduga bermasalah

SIMEULUE -- Seperti pepatah mengatakan, "Semut seberang lautan kelihatan jelas, tapi gajah di pelupuk mata tidak kelihatan" itulah sepenggal kalimat yang dilontarkan Jawasir, mahasiswa Simeulue yang menyindir kegiatan Pansus Anggota DPRK Simeulue ke lokasi Proyek Multi Years (MYC) yang dikerjakan PT. Aceh Lintas Sumatera (ALS) di desa Sigulai kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue yang tebang pilih.

Dikatakan Jawasir, di Simeulue Proyek Multi Years anggaran APBA itu ada 3 jenis pekerjaan, dan dikerjakan 3 Perusahaan berbeda, yaitu, peningkatan jalan Nasrehe-Lewak-Sibigo dengan nilai kontrak Rp144,6 Miliar dikerjaakan PT. Flamboyan Huma Arta, Pembangunan Bendungan Irigasi Sigulai dengan nilai kontrak Rp.174,3 Miliar dikerjakan PT. Perapen dan peningkatan jalan Sibigo-Sinabang dengan nilai kontrak Rp.68,3 Miliar dekerjakan PT. ALS.

"Namun, mengapa Ugek Farlian ketua Komisi A DKK hanya melakukan Pansus ke proyek yang dikerjakan PT. ALS saja?, sedangkan proyek yang dikerjakan PT. Flamboyan dan PT. Perapen tidak mereka tinjau," ujar Jawasir, Senin, 8 Juni 2021.

Ditambahkan Aktivis muda ini, ia juga kerap menerima laporan sejumlah LSM dan wartawan di Simeulue, bahwa ada pekerjaan proyek Multi Years ini diduga sebagian menggunakan material pinggir pantai.

"Tapi mengapa DPRK seakan-akan tutup mata, silahkan cek dong, kalau memang niatnya ingin membangun, pansusnya jangan subjektif tapi harus objektif. Jangan Gajah dipelupuk mata tidak kelihatan, tapi semut seberang lautan jelas kelihatan. Coba cek antara desa Langi menuju Serafon, kami mendapat laporan ada material pinggir pantai yang terhampar dan ditutupi dengan material kelas base A dan B, apakah itu benar atau tidak, silahkan cek kesana dong," tandas Jawasir.

Dijelaskan Jawasir, jika memang benar perusahaan tersebut menggunakan material pinggir pantai, pelanggaran hukum yang dilakukan perusahaan tersebut lebih berat karena selain tidak memiliki izin tambang, juga dapat merusak lingkungan dan abrasi pantai.

"Maka perlu adanya pansus DPRK Simeulue kesana, untuk memastikan informasi ini benar atau tidak. Ini tugas dewan, Kami tidak ada kepentingan disini, kami hanya mengingatkan DPRK agar Pansusnya tidak tebang pilih. Sebagai mahasiswa dan masyarakat saya juga punya hak memberi masukan kepada Wakil-wakil kami yang duduk di DPRK," harap Jawasir.

Material Pembangunan Jalan PT ALS Didahului Uji Lab

Sementara, menanggapi pemberitaan di salah satu media online, proyek Multiyears Sinabang-Sibigo yang dikerjakan PT. Aceh Lintas Sumatra (ALS) diduga menggunakan material campuran, dibantah keras oleh direktur PT. Aceh Lintas Sumatera, Yusdi.

Yusdi mengatakan, sebelum menggunakan material tersebut, pihaknya terlebih dahulu melakukan uji lab dengan pihak konsultan pengawas dari dinas PUPR Provinsi Aceh.

"Setelah melalui proses uji lab oleh pihak pengawas PUPR dari Provinsi Aceh bahwa material tersebut sudah memenuhi unsur dan layak untuk dipergunakan, maka material barulah kita pakai untuk penimbunan jalan," jelasnya

Ia juga menambahkan, soal tidak adanya konsultan pengawasan dilapangan itu tidak benar. Pasalnya Kata Yusdi Konsultan Pengawas 24 jam selalu berada dilapangan.

Sementara itu Konsultan Pengawasan dari dinas PUPR Provinsi Aceh, Azis Purnawan yang didampingi dua rekannya Bonis Boy dan Riski Yusrijal yang dikonfirmasi melalui telepon seluler membenarkan hal tersebut, semenjak pekerjaan dilaksanakan pihaknya selalu berada dilapangan.

"Disaat anggota tim pansus DPRK Simeulue turun kelapangan kebetulan kami sedang melaksakan uji lab di titik pekerjaan lain," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh muda dan masyarakat Desa Sembilan, Irmayadi Sastra yang dihubungi media ini mengatakan, masyarakat desa Sembilan sangat senang dan puas terhadap pekerjaan yang dikerjakan PT. Aceh Lintas Sumatra.

"Saya dan masyarakat desa Sembilan melihat dan menyaksikan langsung peroses pelaksanaan pekerjaan yang begitu bagus dan kokoh," sebutnya.

Kemudian kata Sastra, mewakili masyarakat desa Sembilan pada umumnya kecamatan Simeulue Barat, sangat berterima kasih kepada bapak Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melalui program Multiyears ini kami dapat merasakan pembangunan jalan yang permanen.(Ardiansyah)

Komentar

Loading...