Breaking News

Kepemimpinan Adalah Amanah

,
Kepemimpinan Adalah Amanah

Kepemimpinan Adalah Amanah

Oleh : Sayed Muhammad Husen

Dengan suksesnya Pilkada 15 Februari lalu, menyegarkan kembali ingatan kita bahwa betapa pentingnya kepemimpinan.  Rakyat Aceh telah menentukan pilihan siapa pemimpin Aceh dan pemimpin 20 kab/kota di Aceh. Tentu saja kita masih harus menunggu hasil perhitungan final dari KIP untuk mengetahui siapa gubernur/wakil, bupati/walikota/wakil walikota pilihan rakyat. Merekalah yang akan menentukan visi dan misi Aceh masa depan.

Dalam pandangan Islam, kepemimpinan adalah amanah. Maka, pemimpin adalah orang yang mendapatkan amanah untuk mengurus kepentingan rakyat. Bukan orang yang tidak mengurus kepentingan rakyat. Oleh karena itu, kata Didin Hafidhuddin dan Hendri Tanjung (2003:120), seperti dikutip  Dudung Abdul Rahman dalam Republika.co.id, bahwa dalam pandangan Islam, kepemimpinan itu mengandung pengertian sebagai ulil amri (pimimpin) dan khadimul ummah (pelayan ummat).

Menurut KH Didin Hafidhuddin,  bahwa supaya menjadi pemimpin yang sukses dalam menjalankan amanah kepemimpinannya, maka ada kriteria pemimpin sukses dalam Islam, pertama, seorang pemimpin harus dicintai oleh rakyatnya. Hal ini bisa dianalogikan pada kepemimpinan shalat berjamaah. Apabila imamnya dicintai oleh makmumnya, maka pertanda jamaah yang baik.

Kedua, pemimpin yang mampu menampung aspirasi bawahannya. Artinya, dapat menerima saran dan kritikan dari bawahan atau rakyatnya. Seperti yang ditunjukkan oleh Amirul Mukminin Umar bin Khatab ra. Sejenak setelah dilantik menjadi Khalifah kaum Muslimin, dia mendapat kritikan dari rakyatnya, bahwa “Apabila engkau wahai Khalifah benar, maka aku akan menaatimu, tetapi kalau engkau menyimpang, maka pedang ini yang akan meluruskannya”. Sayyidina Umar ra tersenyum dan merasa bangga dengan kritikan rakyatnya.

Ketiga, pemimpin yang suka bermusyawarah. Musyawarah harus dilakukan, terutama dengan orang-orang tertentu, untuk membahas persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan publik atau berkaitan dengan kepentingan umum. Sehingga kebijakan dan keputusan yang diambil tidak keluar dari koridor kebenaran dan keadilan demi kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat.

Karena itu, kita yakin pemimpin Aceh hasil Pilkada akan mampu menjalankan amanah dengan baik, dicintai rakyat, mampu menampung aspirasi dan suka bermusyawarah. Sebagai pemimpin Aceh, haruslah berpihak pada kepentingan rakyat, tidak hanya mengurus golongan, partai dan  kaum kerabat, serta komited pada syariat Islam. Dengan itu akan terwujud Aceh sebagai negeri yang adil dan sejahtera dibawah ampunan Alllah SWT.

Sumber: Gema Baiturrahman, 17 Februari 2017

Komentar

Loading...