Breaking News

ISLAM dan REMAJA

,
ISLAM dan REMAJA

by Lianda Putri Rizki

Sebenarnya apapun itu atas nama islam tidak dapat dipisahkan dari kalangan umat manusia, terlebih pada masa kini. Baik itu anak-anak, remaja, maupun orang tua. Islam tidak membedakan umatnya dimata Allah S.W.T semua sama. Sekarang tepatnya di Banda Aceh sendiri mengupas sisi dunia sebagian besar remaja Aceh. Yang mana daerah kita tercinta ini dikenal sebagai daerah yang mayoritas penduduknya beragama islam yang Insha Allah beriman.

Tidak mengenal yang namanya pacaran, berbuat maksiat, tapi kenyataannya yang terjadi di Banda Aceh malah kebalikan dari pemikiran orang diluar sana. Malahan kalangan remaja kita bisa dikatakan 11-12 dengan orang barat yang berdominasi orang non-muslim.

Ujung kepala sampai ujung kaki remaja kita mengikuti budaya barat. Bahkan remaja Aceh rela melepaskan kerudungnya sebagai penutup aurat yang memang sudah diperintahkan oleh-NYA dan itu wajib hukumnya dilepaskan hanya untuk mendapatkan kepuasan untuk diri sendiri dan mengharapkan pujian atas kelebihan yang seharusnya tidak diperlihatkan kekhalayak ramai.

Sungguh melesat jauh dari ajaran islam. Seakan-akan Islam itu hanya sebagai pengisi di ktp pada kolom agama. Jangan jadikan islam tersebut sebagai status dipermukaan saja, tapi harus ada pada dasar hati kita. Saat ini juga tidak sulit menjumpai keganjilan pada sebagian remaja kita.

Ditengah-tengah keramaian merekapun mengumbar aurat mereka dan bermaksiat ria. Dimanakah urat malu mereka ? apakah telah hilang ?. padahal mereka dilahirkan dan dibesarkan di Banda Aceh yang dikenal sebagai daerah “serambi mekah”. dengan yang terjadi saat ini oleh remaja apakah pantas daerah kita menyandang gelar “Serambi Mekah”. rasa malu yang kita dapatkan dikarenakan semuanya berbalik dari makna gelar tersebut kini.

Beberapa tindakan dari pemerintah Aceh untuk mengatasi kemaksiatan yang sudah merajalela dikalangan remaja sudah diterapkan, akan tetapi semua nihil. Usaha tersebut hanya memudarkan beberapa hari saja. Lalu hal tersebut terjadi lagi sedemikian rupa bahkan lebih parah. Semakin hari semakin bertambah pelakunya, semakin menjadi-jadi membutakan mereka yang tidak kuat iman nya.

Tempat yang seharusnya menjadi idola itu ialah mesjid. Tapi, sekarang ini adalah warkop (warung kopi) dan café. Lebih menakutkan lagi, saat azan berkumandang mereka yang berada di warkop dan café tetap tidak bergerak melaksankan shalat. Mereka tetap bertahan ditempat tersebut. Bisa dilihat bahwa lebih banyak manusia yang mendiami warkop dan café dari pada masjid pada waktu shalat tiba. Dan lagi, remajalah kebanyakan yang berada di wakrop dan café pada waktu shalat.

Kemanakah hati mereka? Tidak takutkah mereka kepada Allah ? pemilik seluruh alam. Tidak kah mereka takut akan azab Allah karena tingkah laku mereka yang membangkang ?. mungkin ini bisa dijadikan sebagai tanda-tanda kiamat. Umat islam perlahan-lahan menjelma menjadi orang kafir di daerah yang mayoritas penduduk islam.

Alangkah sangat disayangkan semua ini terjadi pada remaja aceh. Mengubah pola hidup mereka seperti budaya barat. Islam hanya mereka jadikan status dipermukaan saja. Satu demi satu yang dianjurkan dalam islam kini mereka tinggalkan. Dorongan apa yang membuat mereka menjauh dari ajaran agama islam. Tidakkah ada rasa takut akan azab Allah yang kapan saja bisa menimpa diri kita.

Taubat lakukanlah sebelum terlambat. Semua berawal dari diri sendiri yakin pada diri bahwa kita sungguh-sungguh ingin bertaubat meninggalkan hura-hura gaya hidup yang akan membuat kita terbawa arus ke jalan yang salah.

Allah S.W.T akan menerima tobat hambanya bila ia benar-benar ingin bertaubat (taubat nasuha) dan mengubah status keislamannya yanng dulu hanya ada dipermukaan kini tidak demikian lagi, berada didalam hati dan insha Allah menjadikan kita orang yang beriman. Sungguh indah bila hal itu terjadi pada remaja aceh kita. Kita doakan saja semoga Allah S.W.T tidak menurunkan balanya lagi kepada kita penghuni Serambi Mekah ini.

Penulis Mahasiswa FMIPA Kimia UNSYIAH

Komentar

Loading...