Breaking News

Hadapi ramadhan, Dewan UMK Aceh bahas sembako dan pasar murah

,
Hadapi ramadhan, Dewan UMK Aceh bahas sembako dan pasar murah
Komwil Dewan UKM Aceh saat menggelar pertemuan dengan Komda UKM se Aceh, Banda Aceh, Sabtu malam (20/3/2021) (ANTARA/Rahmat Fajri)

MIMBARACEH.COM, BANDA ACEH -- Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1442 H, Komite Wilayah (Komwil) Dewan UKM Aceh mengadakan pertemuan dengan Komite Daerah (Komda) Dewan UKM se-Aceh guna membahas persiapan sembako dan pasar murah.

"Koordinasi masalah sembako dan pasar murah supaya masyarakat bisa mendapatkan harga murah dengan kualitas yang terbaik di pasar," kata Ketua Komwil Dewan UKM Aceh Nurmiadi Boy, di Banda Aceh, Sabtu.

Boy mengatakan, pertemuan tersebut dihadiri pengurus dari seluruh kabupaten/kota se Aceh, kecuali Gayo Lues, Aceh Utara, Pidie Jaya, Aceh Tenggara dan Aceh Singkil. Selanjutnya Dewan UKM Aceh akan memberi sejumlah bahan pokok.

"Nantinya kita akan berikan beberapa bahan pokok, metodenya sembako disalurkan kepada anggota se Aceh, dan harganya di bawah harga pasar," ujarnya.

Boy menyampaikan, pasar murah memang selalu digalakkan saat mendekati ramadan, targetnya agar dapat memberikan harga di bawah harga grosir.

Karena itu, lanjut Boy, Dewan UKM Aceh telah bekerjasama dengan beberapa perusahaan seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, III dan IV sesuai dengan program yang dilaksanakan. Langkah itu dilakukan agar bisa memberikan harga lebih murah.

"Jelang puasa kita sudah buat nota kesepahaman (MoU) agar nantinya harga barang tidak naik dan tetap normal seperti hari biasanya," kata Boy.

Boy menuturkan, dalam pertemuan hari ini, selain membahas sembako dan pasar murah, para Komda UKM se-Aceh juga memperkenalkan berapa produk UKM unggulan dari daerah.

“Produk lokal ini, bila memiliki khas khusus dan nilai jual akan dibrending, serta dipasarkan dalam daerah, nasional dan internasional,” kata Pak Boy

Boy menyebutkan, Komwil Dewan UKM Aceh tahun 2021 juga memiliki rencana menanam porang di atas tanah seluas 24 ribu hektare, itu berada di atas lahan masyarakat secara berkesinambungan 20 sampai 30 tahun ke depan.

Program Dewan UKM Aceh ini, lanjut Boy, telah dilakukan survei ke daerah-daerah untuk bertemu pemilik lahan dan petani, dan masyarakat sangat antusias terhadap wacana tersebut.

“Alhamdulillah, sudah ada sejumlah Komda Dewan UKM terbentuk koperasi dan segera akan membentuk koperasi Komwil Dewan UKM Aceh,” katanya.

Boy menambahkan, Dewan UKM Aceh menginginkan suatu hari nanti pangan dari Aceh benar-benar mampu tembus ke pasar dunia.

Komentar

Loading...