Breaking News

Gaza Terkepung Pemboman Udara Israel tanpa Henti

Gaza Terkepung Pemboman Udara Israel tanpa Henti
Anak-anak Palestina belajar di ruang terbuka akibat gedung sekolahnya roboh di gempur jet Israel serangan udara Israel.

GAZA -- Jet tempur Israel dilaporkan telah menyerang gedung-gedung bertingkat tinggi dan target lainnya di Jalur Gaza, Palestina, Kamis (13/6). Warga Palestina terkepung di bawah pemboman udara tanpa henti meski masih dalam suasana hati raya Idul Fitri.

Sejak serangan Israel dimulai pada Senin malam, kementerian kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 83 orang, termasuk 17 anak-anak, telah tewas. Sementara ada lebih dari 480 orang lainnya terluka.

Setidaknya enam orang Israel juga dilaporkan tewas. Tentara Israel mengatakan ratusan roket telah ditembakkan dari Gaza ke berbagai lokasi di Israel dan mereka telah menambahkan bala bantuan di dekat tanah timur kantong itu. Ada juga konfrontasi yang lebih kejam antara orang Yahudi Israel dan warga Palestina di Israel.

Dilansir dari Aljazeera, info terbaru menjelaskan Israel memerintahkan penguatan besar-besaran untuk memadamkan kekerasan internal di wilayahnya.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz juga memerintahkan penguatan besar-besaran pasukan keamanan untuk membantu mengatasi kerusuhan internal yang mematikan yang telah mengguncang komunitas campuran Yahudi dan Arab di seluruh negeri.

"Kami berada dalam situasi darurat karena kekerasan nasional dan sekarang diperlukan penguatan pasukan besar-besaran di lapangan. Dan mereka akan segera dikirim untuk menegakkan hukum dan ketertiban," katanya.

Dia menetapkan pasukan tersebut akan menjadi pasukan cadangan dari polisi perbatasan Israel. Kekuatan yang sebagian besar beroperasi di Tepi Barat yang diduduki.

Tentara Israel juga diketahui melukai 35 orang di Tepi Barat yang dijajah. Setidaknya 35 warga Palestina terluka dalam konfrontasi dengan tentara Israel di berbagai lokasi di Tepi Barat yang dijajah menurut laporan Jurnalis Aljazeera, Nida Ibrahim.

Ibrahim mengatakan bahwa mayoritas orang terkena peluru tajam dan sebagian besar cedera terjadi di kota Hebron, Tepi Barat Selatan.

"Itu adalah jumlah yang sangat tinggi dari cedera akibat tembakan langsung yang menunjukkan kepada kami bahwa situasinya dapat meningkat dengan cepat," tambahnya.

Komentar

Loading...