Breaking News

Dinilai dapat Menjadi Daya Saing Keuangan Global, Pemuda Muhammadiyah beri Dukungan Penuh untuk BSI

Dinilai dapat Menjadi Daya Saing Keuangan Global, Pemuda Muhammadiyah beri Dukungan Penuh untuk BSI
Rudi Ismawan - Ketua Umum Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Aceh

BANDA ACEH -- Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Aceh menegaskan dukungannya terhadap penggabungan usaha tiga bank syariah milik Himbara menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Rabu, 12 Mei 2021.

Rudi Ismawan selaku Ketua Umum PWPM Aceh turut mendukung bank hasil merger, sebab dipercaya dapat menjadi entitas perbankan syariah yang sama, atau lebih besar dari bank-bank konvensional, ujarnya.

Ia menyikapi, selain berpotensi menguasai pasar keuangan syariah nasional, Bank Syariah Indoensia juga bisa memiliki daya saing global dengan besarnya modal dan aset yang dimiliki, katanya dalam rilis yang dikirimkan kepada Kantor Berita Mimbaraceh.com.

Menurutnya, “Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan hasil penggabungan milik BUMN ini diharapkan fokus untuk menggarap bisnis core competence masing-masing, serta bisa saling menguatkan. Jadi bank merger nantinya memiliki layanan berbasis syariah yang integratif dan komprehensif bagi semua segmen nasabah, mulai dari yang mikro, kecil, menengah (UMKM), ritel, wholesale, sampai korporasi, baik untuk nasabah nasional maupun global,” ujar Mantan Sekretaris Jendral DPP IMM Itu.

Ia menambahkah, “Sebagai organisasi sosial yang memiliki cakupan luas, Muhammadiyah harus mendukung keberadaan Bank Syariah Indonesia ini, dukungan ini diperlukan agar bank dapat segera mewujudkan visinya menjadi satu dari 10 bank syariah terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar dalam waktu 5 tahun ke depan.”

Awalanya ia berharap, “Pemerintah memilih salah satu di antara beberapa bank syariah plat merah yang dikonversi menjadi bank syariah unggulan dan berdaya saing global. Namun, ternyata pemerintah lebih memilih tiga bank syariah yang dimerger. Saya kira itu juga tidak ada masalah, kita harus support.” Kata Rudi.

“Intinya kita mendukung BSI beroperasi di Aceh dan mendorong masyarakat untuk terlibat aktif migrasi dari konvensional ke Bank Syariah dalam bertransaksi perbankan. Pihak bank BSI juga harus ekstra kerja. Soalnya investasinya kan tinggi untuk memperbaiki bank syariah, maka kerjanya manajemen harus lebih tinggi dengan model baru ini.

Harapan saya begitu, semoga ini menjadi titik balik perbaikan perekonomian dan menciptakan kesejahteraan umat,” tutup Rudi.

Komentar

Loading...