Breaking News

BFLF ASEL: Harapkan Adanya Ambulance Mini di Gampong

,
BFLF ASEL: Harapkan Adanya Ambulance Mini di Gampong

MIMBARACEH.COM, ACEH SELATAN -- Ketua Bloof For Life Foundation (BFLF) Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, SE menuturkan bahwa kebutuhan akan sebuah ambulance mini menjadi sangat penting sebagai pilar utama maupun penunjang dalam rantai pelayanan kesehatan baik bagi masyarakat.

Disaat armada ambulance yang telah ada di Puskesmas dan Rumah Sakit, masih agak terbatas, diharapkan dengan demikian respons time pertolongan darurat dapat terlaksana secara cepat dan tepat, dan terhindar dari keterlambatan.'ujarnya Gusmawi'. Jum'at 27 Juli 2018 di Tapaktuan.

Melihat kondisi rata-rata perkampungan yang ada di desa, memiliki akses sarana jalan yang masih kurang terbatas, sempit dan hanya bisa dilalui kenderaan roda dua maupun becak.

Dalam rangka mengembangkan pelayanan pra puskesmas atau rumah sakit tersebut kehadiran Ambulance Mini menjadi faktor utama yang dapat mendukung keberhasilan pertolongan pertama bagi pasien yang membutuhkan bantuan.

Keberadaan Ambulance Mini berupa Becak Bermotor barang telah dimodifikasi, menjadi mendesak untuk dapat terwujud, dimana tujuannya adalah untuk mendekatkan sarana pelayanan kesehatan gawat darurat kepada pasien sebagai upaya untuk mengurangi angka kematian dan kecacatan penderita dengan kasus gawat darurat medik.

Beberapa kondisi Pelayanan Kesehatan Masyarakat secara Umum seperti : Pasien berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit, terkendala alat transportasi.

Gusmawi Mustafa menyebutkan bahwa dalam Peraturan Bupati Aceh Selatan Nomor 33 Tahun 2016 tentang Kewenangan Gampong Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Gampong di Kabupaten Aceh Selatan memberikan peluang bagi gampong untuk menetapkan Qanun Gampong tentang Kewenangan Gampong tersebut, yang diatur dalam peraturan perundang-undangan tentang pembagian kewenangan pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

“Lanjutnya'.Kebutuhan Ambulance Mini tentu bisa diakomodir oleh setiap gampong dengan menetapkan Qanun Gampong tentang Kewenangan Gampong Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Gampong dan selanjutnya di masukkan dalam RPJM Gampong, Musrenbang Gampong sebagai dasar penganggaran dalam APB Gampong,”.terangnya

“Kita semua menyadari bahwa keterbatasan anggaran di SKPK, yang berdampak mungkin belum maksimalnya pencapaian hasil dan penyelesaian permasalahan mengenai pada pasien serta dalam masyarakat. Maka diperlukan adanya solusi agar program-program kegiatan yang tidak bisa diakomodir didanai melalui APBK (SKPK terkait), dapat diprogramkan atau disinergikan melalui APB Gampong masing-masing, apalagi dana pembelian Ambulance Mini hanya sekitar Rp.25 juta-an”.terangnya.

Bilamana program Ambulance mini ini ada, kiranya dapat diwujud menjadi kebutuhan masyarakat, sudikiranya dengan segera diwujudkan, karena dana desa yang digulirkan sejak tahun 2015 berdasarkan amanah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa; adalah berasal dari desa, dilaksanakan oleh desa dan manfaatnya untuk masyarakat yang ada di desa tersebut.'ucapnya. [Naidy]

Komentar

Loading...